Meskipun Jens Lehmann merupakan kiper pilihan kedua bagi timnas Jerman setelah tentunya Oliver Khan pada era 2000-an, namun pemain dengan nama lengkap Jens Gerhard Lehmann itu juga termasuk dalam salah satu legenda sepakbola Jerman dan kiper terbaik.

Jens Lehmann
Jens Lehmann sang penjaga gawang penuh kontroversial

Pemain yang lahir di Esses, Nordrhein-Westfalen, Jerman Barat pada tanggal 4 Desember 1969 ini memulai karirnya di dunia sepakbola profesional pada usia 18 tahun. Dimana dirinya berkarir bersama Schalke 04.

Bersama Schalke 04, Lehmann mencatatkan penampilan sebanyak 274 laga. Bahkan, meskipun menjadi pemain yang bertugas menjaga gawang, namun tidak diduga bahwa dirinya dapat mencetak dua gol.

Lehmann mengakhiri karirnya bersama The Royal Blues yang telah berjalan selama 10 musim dan memutuskan hijrah ke Italia dengan bergabung bersama AC Milan.

Akan tetapi karirnya ketika berseragam Rossoneri hanya bertahan satu musim saja dan hanya mencatatkan lima penampilan. Sebelum memutuskan kembali ke tanah kelahiran, Jerman.

Namun, tidak untuk kembali memperkuat Schalke 04. Justru Lehmann bergabung dengan rival mantan timnya pertama, yakni Borussia Dortmund. Berkarir dari tahun 1999 hingga 2003 bersama Die Borussen, Lehmann tampil sebanyak 129 laga.

Menginjak usia ke 34 tahun, Lehmann tidak memutuskan untuk ‘gantung sarung tangan’ (pensiun), namun memilih untuk kembali melanjutkan karirnya sebagai penjaga gawang.

Raksasa Liga Primer Inggris, Arsenal secara mengejutkan merekrut Lehmann dari Borussia Dortmund. Tidak diduga, Lehmann menjadi bagian penting bagi tim berjuluk The Gunners itu ketika menjuarai gelar EPL pada musim 2003/2004.

Hingga 2008 saat usianya sudah menginjak 39 tahun, Ia kembali membuat sebuah kontroversial dengan bergabung bersama Vfb Stuttgart yang juga merupakan rival dari Schalke 04 dan Borussia Dortmund.

Pada tahun 2011, Lehmann kembali menjadi bagian untuk Arsenal dan memutuskan untuk mengakhiri karirnya di dunia sepakbola sebagai pemain.

Sementara di level internasional, Lehmann telah membela The Panser sebanyak 61 kali. Pergelaran Piala Dunia 2006 menjadi panggung terakhir bersama timnas Jerman.

Deretan Kontroversi Jens Lehmann

Jens Lehmann Arsenal
Jens Lehmann ketika berseragam Arsenal
  • Pulang Seenaknya

Ketika Lehmann memulai karirnya di Schalke 04, Ia justru langsung mendapatkan reputasi sebagai penjaga gawang yang seringkali melakukan kesalahan. Hingga akhirnya Ia mulai kehilangan dukungan dari para penggemar.

Puncaknya pada laga melawan Bayer Leverkusen di musim 1993/1994. Hanya dalam tujuh menit di babak pertama, Ia kebobolan sebanyak tiga kali. Para supporter menyuarakan rasa frustasinya kepada kiper yang kala itu masih berusia 23 tahun.

Pada saat turun minum, sang manajer Jorg Berger memutuskan untuk menariknya keluar dan mengungkapkan bahwa dirinya ingin bicara dengan Lehmann pada esok pagi.

Mungkin salah paham, Lehmman justru langsung pulang ke rumahnya dengan seenaknya. Akhirnya, Ia dicoret dari tim utama selama 10 laga.

  • Menyiram Wasit

Ketika Arsenal harus tersingkir dari kancah Liga Champions oleh Bayern Munich. Lehmann yang kala itu bermain sebagai penjaga gawang merasa frustasi. Pada saat keluar lapangan, Lehmann meremas botol minum miliknya dan terlihat menyiramkannya ke arah wasit Massimo di Santis.

Akibat ulah tersebut, Lehmann harus menerima sanksi berupa larangan tampil sebanyak dua laga oleh UEFA.

  • Buang Air Kecil Di Lapangan

Dalam laga Liga Champions melawan Unirea Urziceni, dimana rekan setimnya di StuttgartĀ tengah dalam posisi menyerang, Lehmann yang mungkin sudah merasa tidak tahan akan buang air kecil, Ia memutuskan untuk buang air kecil di belakang gawangnya.

Lehmann Sang Mad Jens

Jens Lehmann
Jens Lehmann mendapat julukan sebagai Mad Jens karena berbagai ulahnya

Sering melakukan berbagai perbuatan yang terbilang kontroversial baik ketika berada di atas lapangan maupun di luar lapangan, Lehmann mendapatkan julukan sebagai Mad Jens.